Sepotong kisah dari serpihan hatiku 


Disinilah tempat kesukaanku menghabiskan waktu akhir – akhir ini. Dari sini aku bisa menemukan diriku sendiri tenggelam dalam kesendirian tapi masih dapat menikmati hiruk pikuk dunia tempat ku berpijak. Aku suka menghabiskan sedikit waktu disini untuk bercerita tentang hari – hari yang alhamdulillah telah aku lewati dalam perjalanan panjang hidupku. Hanya ditemani segelas hot coffee latte pikiranku siap untuk berjalan di lorong waktu kehidupan ku ke waktu-waktu sebelumnya,karena masa lalu adalah bagian dari perjalanan kehidupan yang telah menjadi kenangan dan kelak dapat memberikan cerita tersendiri buat ku dan semua orang yang merasa hidupnya dimasa lalu masih membayanginya.Bingung kan dengan kalimat – kalimat ku diatas?!,, sami mawon aku yo bingung.

Alhamdulillah akhirnya si cos memaafkanku. Setidaknya sudah terlihat dia mengatakan kalau dia memaafkanku dari dalam hati. Meskipun ada hal – hal yang mengecewakanku seperti dia tidak menerima emoticon lucu yang dia sebut sebagai boneka untuk permintaan maaf ku. Padahal aku membuatnya sepanjang malam, dan baru tertidur jam 4 pagi hari senin kemarin, padahal aku harus kerja pada hari senin itu. Boro – boro dihargain, dia bilang geli dengan emoticon yang aku buat itu,hiks hiks. Disitulah saya kadang merasa sedih. he. Karena gak pengen memperdebatkan tentang emoticon itu,entah dia mau bilang boneka atau gak terserah saja lah, mengalah daripada tar berantem lagi jatuhnya. Dan aku berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sudah aku lakukan agar aku tidak perlu bersusah payah untuk meminta maaf dari orang lain lagi. Oh Iyaa, dua minggu ini aku meminta maaf atas kesalahan ku menulis kata “fuck u” di post it dan menempelkannya di monitornya si cos. Saking kesel dan marahnya aku, eh malah dia yang berbalik marah sama aku. Selalu saja aku yang dianggap salah pada akhirnya. Huft… Tapi memang aku salah sih. Harusnya lebih bisa menahan emosi. Tapi sebenarnya ada hal yang ingin aku clear kan. Aku mengeluarkan kata-kata itu bukan karena ada hubungannya dengan perasaan. Sudah lah, alasan sudah tidak berguna lagi karena semua orang di tempat kerjaku berpikiran kalau aku melakukan hal diluar batas kewajaran karena aku suka sama si cos. Iyaaa kaaah??!!nanya sama dirikuh sendiri Entahlah…. Sejauh yang aku rasakan sih tidak lebih dari rasa tertarik yang sedikit demi sedikit memudar dan menghilang di seret rasa kesal yang sering dia timbulkan.he he

Tapi satu hal yang jelas sih, si cos ini telah berhasil membuat ku menuliskan tentangnya dalam blog ini. Hahaha..Dan belajar dari tindakan konyol ku, meskipun sebenarnya sah-sah saja mengatakan uneg-uneg dan meluapkannya dengan perkataan terjelek pun, tapi dipikir dulu sedikit lah…yah sekitar 10-20 persen lah jadi akhirnya gak ribet minta maafnya. Karena ga semua orang senyantai yang lo pikir. Cuktau ajh, itu kata orang kekinian jaman sekarang. He he

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *