Namanya hidup ya dijalani… 1


Masih di tempat yang sama, sudut kota bekasi yang akan menjadi tempat favorit ku sekarang. Bulan terlihat cantik menggantung dilangit malam ini. Terlihat indah bersanding dengan hotel yang tidak terlalu tinggi bertuliskan Aston. 

Bulan ini, bulan yang gak mudah buat ku untuk melewatinya. Terutama seminggu terakhir ini. Pulang kampung dipertengahan bulan ini, aku hanya ingin sedikit merubah suasana hati dan bertemu dengan umi dan keluargaku disana. Melewati waktu bersama keponakan-keponakanku. Kebetulan adikku pergi seminar ke malang saat aku pulang, jadi sedikit menolongnya untuk menjaga anak-anaknya beberapa hari. Sedikit merasakan bagaimana rasanya gak bisa tidur karena si emir yang belum genap setahun rewel. Sejujurnya sih merasa capek tapi sekaligus senang karena pengalaman yang jarang sekali atau mashing belum bisa rasakan karena kesendirian ku saat ini. Cukup dengan kata sendiri, karena itu akan berakhir panjang dan akan ngebuat salah fokus pada akhirnya, hehe.

Tepat setelah aq pulang kampung, seminggu yang lalu. Aku mendapatkan setruman listrik kecil oleh cos (samaran), tegangan kecil tapi arus dc yang menyebabkan seluruh tubuh lemas. Mungkin dia juga tidak menyangka kalau setrum itu meskipun kecil bisa menimbulkan efek segedhe itu. Aku marah banget sampai aku menulis kata “fuck u” di depan monitornya. Gak ada maksud sengaja, hanya saja ide itu terlontar begitu saja saat aku menuliskannya ke sebuah post it. Terkadang aku melakukan hal gila diluar kontrol pada saat aku menganggap orang itu diluar batas toleransiku. Aku sadar, aku melakukan hal yang salah. Tapi aku gak suka orang lain mengatakan hal itu. Siapa pun. Hehe… Egois banget yah…that’s me. Itu lah yang susah dirubah dari salah satu karakter jelek ku. 

Banyak rasa kecewa yang tiba-tiba muncul ke permukaan bersama genangan ke tidakpuasan dan rasa ketidak adilan seorang atasan. Kecewa dengan setruman yang aku terima dari cos yang tidak terduga juga. Tapi pada akhirnya setelah pikiran ku dibebani pikiran tentang masalah yang terjadi dengan orang – orang di tempat kerja ku, aku hanya ingin tetap tertawa ringan dan tulus yang sudah tidak aku rasakan. Dan aku tidak ingin membuat umiku khawatir dengan masalah ku disini. Karena dari rentetan peristiwa itu yang aku ingat hanyalah pertanyaan Umi saat meneleponku “Ga nyaman di tempat kerja mu sekarang kan?”, aku selalu ingin meneteskan air mata jika ingat itu cengeng ,haha.

Buat cos, aku gak bisa melarangmu buat membenciku. Tapi aq akan coba berusaha untuk setidaknya sedikit untuk membuatmu tidak membenciku lagi..he he


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Namanya hidup ya dijalani…