Jangan lupa untuk bahagia


Kata yang sederhana memang tapi mempunyai makna yang dalam dan kuat. Terkadang manusia dengan sejuta ambisi,keinginan dan harapannya terlupa kata bahagia. Iyaa kan…iyaa kan…^^
Kata bahagia itu cukup sederhana, maknanya pun sebenarnya cukup sederhana,akan tetapi terkadang manusia suka membuat nya cukup rumit. Misalnya kebahagiaan di kaitkan dengan kesuksesan dalam karier, banyaknya jumlah uang yg di miliki atau pun barang – barang mewah yang berjejer di dalam rumah mewah yang jelas yang dibeli bukan dengan daun,hehe.
Arti bahagia itu sebenarnya terletak di otak dan pikiran kita. Karena otak atau pikiran itu bisa menuntun kita merasakan apa pun yang kita ingin rasakan. Coba lihat bayi atau anak kecil yang bisa tertawa atau tersenyum meskipun dia tidak paham atau mengerti dengan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya. Karena bayi atau anak kecil itu hanya ingin tertawa tanpa berfikir itu lucu atau bisa membuat bahagia atau tidak. Saat kita beranjak dewasa kebahagiaan itu tidak lagi sesederhana saat kita bayi ataupun masa kanak – kanak. Semakin banyak parameter untuk bisa membuat kita tertawa dan merasa bahagia. Ibaratkan suatu rumus matematika, suatu fungsi bahagia itu menjadi sebuah persamaan yang rumit dengan parameter yang berbeda untuk setiap manusia. Solusinya sederhana kan saja rumus yang rumit itu seperti kita menyelesaikan sebuah persamaan matematika. Dengan menggunakan otak dan pikiran kita tentunya. Sebagian besar orang mungkin akan berfikir itu bukan hal yang mudah di lakukan menyederhanakan sebuah rumus matematika yang rumit. Tapi hal yang mudah bukan berarti tidak bisa toh. Mulai saja dengan senyum,karena sebuah senyuman adalah awal sebuah rasa ingin bahagia.

Jangan lupa untuk bahagia meskipun itu terasa mustahil dengan akal dewasa kita

Misalkan seperti hari ini, pulang kerja memilih untuk mengambil jalan lain yang berbeda dari biasa nya karena selain bisa menghemat ongkos kendaraan umum,untuk memberi suasana yang berbeda terhadap diri agar tidak bosan dan jenuh. Tapi ternyata pilihan itu mendatang kan cobaan lain, kejebak deadlock di perempatan pasar didekat tempat kerja. Kalau rasa ingin kesal pasti ada karena macet atau deadlock tidak akan terjadi apabila pengguna jalan lebih sabar untuk mengantri.Kalau dikatakan pilihan yang salah,bukan juga. Karena tidak ada pilihan yang salah,hanya saja setiap pilihan memiliki konsekuensi yang harus di hadapi.
Saat – saat seperti itu pasti akan menimbulkan efek stres yang lumayan tinggi karena waktu yang dibutuhkan otomatis lebih lama. Jauh lebih lama dan pikiran kesal pun menghantui. Tetap tersenyum dan ambil keputusan apa pun itu tetap menunggu untuk melatih kesabaran atau berbalik arah,lewat jalan alternatif. Dan aku pun berbalik arah,he he.
Kompromi kan dengan dirimu sendiri apa yang ingin dan akan terjadi,jangan terlalu memikirkan resiko. Akan tetapi apabila resiko itu datang,hadapi saja tanpa harus menyesal dan jangan lupa untuk bahagia meskipun ditengah kerumitan hidup mu.
Senyum itu mendorong mu untuk bahagia,maka biasakan lah tersenyum.

image

by chul

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *