Cuplik kisah “Muhammad” part 1 – sihir


Sebenarnya belum selesai baca buku yang ditulis oleh Martin Lings (Abu Bakr siraj al-Din) ini, tapi ada yang membuatku tertarik untuk membagikannya. Oh iya, judul buku yang aku baca itu “Muhammad”. Nulis judulnya aja bisa membuat hatiku bergetar. Betapa besar nama tersebut dan mudah untuk dicintai. Subhanallah. 

Bukunya sendiri berisi tentang kisah hidup Nabi berdasarkan sumber klasik. Tapi bagian yang ingin aku sharing yaitu di saat Nabi mendapatkan serangan dari seorang penyihir. Sebenarnya gak bener-bener seorang sih karena dibuku tersebut diceritakan bahwa si penyihir di antara kaum Yahudi Madinah yang bernama labid itu telah mengajarkan ilmu sihirnya kepada putrinya. Jadi demi memenuhi permintaan sogokan dari banyak musuh Nabi, dia  bersama putrinya memulai jampi-jampi untuk mematikan Nabi. Dengan rambut Nabi yang merupakan syarat mutlak penyihiran tersebut, Labid mengikat sebelas buhul pada rambut, sedang kan si putrinya meniupkan jampi – jampi. Kemudian buhul itu diikat pada ranting kecil pohon kurma, dibungkus daun, dan dilemparkan ke dalam sumur yang dalam. Jampi tersebut bisa dirusak harus dengan membuka ikatan buhulnya. 

Karena ingatan Nabi mulai menghilang, mulai berkhayal telah melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan, serta tubuh yang semakin melemah, maka Beliau sadar bahwa ada yang tidak wajar dan kemudian berdoa kepada Allah agar disembuhkan. Singkat cerita, datanglah malaikat jibril saat Nabi terbangun dari mimpinya tentang dua orang, salah satunya duduk dikepalanya dan yang lain duduk dikaki beliau. Masih dalam mimpinya Nabi mendengar salah seorang mengatakan penyebab penyakitnya dan menyebutkan nama sumur tempat 11 buhul tersebut dilemparkan. Malaikat jibril membenarkan mimpi beliau dan menyampaikan dua Surah Alquran yang terdiri dari lima dan enam ayat. 

Setelah memperoleh dua Surah tersebut Nabi menyuruh Ali untuk pergi ke sumur yang disebutkan dalam mimpi beliau dan membacakan  diatasnya. Setiap satu ayat dibaca, satu buhul itu terlepas, dan Nabi kembali pulih. 

 Surah pertama berisi :

  
 

Surah yang kedua berbunyi : 

  
 

                Dari cerita diatas dapat diambil hikmahnya bahwa sihir itu memang ada, Nabi sendiri pernah terkena penyakit yang disebabkan oleh sihir tersebut. Sedangkan pelajaran lain yang bisa kita amalkan dalam kehidupan saat ini yang mungkin juga belum terbebas dari orang – orang yang memiliki ilmu sihir adalah dua Surah yang dalam Alquran diletakkan di akhir yang keduanya disebut “dua yang melindungi”, dibaca untuk melindungi diri dari perbuatan jahat. Semoga kita selalu berada di lindungan Nya sehingga tidak ada sihir yang masuk dalam diri kita. Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong. Aamiin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *